Selasa, 22 Maret 2016

artikel bagaimana menumbuhkan keinginan membaca





Apa saja  alasan tidak suka membaca dan  cara mengatasinya ?


Mereka bukannya tidak suka membaca namun, banyak kenangan atau pengalaman buruk saat pertama membaca.
Kebanyakan anak-anak usia sekolah tidak memiliki minat baca termasuk kalangan remaja dan dewasa.
Banyak anak-anak, remaja dan dewasa yang ingin pintar tanpa pengorbanan. Untuk itu marilah kita jawab pertanyaan berikut ini. Berapa banyak siswa yang memilih metode menghafal alih-alih membaca perlahan guna memahami materi yang mereka pelajari ?
Salah satu kunci belajar adalah banyak membaca. Namun tak sedikit dari mereka memilih cara praktis dengan langsung menghafal, mereka keliru atau mungkin tidak mengerti bahwa otak manusia memiliki keterbatasan ingatan dalam berjalannya waktu dan memori-memori terdahulu akan tergantikan dengan memori yang lebih penting. Berbeda jika mereka dengan membaca materi memahami materi tersebut. Selamanya mereka akan mengingatnya. Memahami disini ialah mengerti dengan baik,menguasai, dan dapat diketahui. Memahami menjadikan seorang anak mampu menganalisis masalah. Bukankah apa yang  dipelajari sang anak disekolah  akan menjadi bekal untuk masa depannya?
Tapi bila membaca saja malas rasanya akan sulit untuk membuat siswa menjadi berpengetahuan. Anak-anak dan remaja zaman sekarang adalah jenis manusia yang dimanjakan oleh keberhasilan teknologi. Televise menjadikan anak-anak sebagai makhluk audio-visual yang ‘mematikan’ fungsi otak dalam berimajinasi dan sebagai generasi ponsel pintar ( smartphone) mereka dengan mudah bertanya pada mbah google, nyaris tidak melalui proses mencari ilmu, mendapatkan, memahami hingga menyimpulkan.
Kenyataan itu bukan hanya terjadi di kalangan anak-anak dan  yang sudah menyelesaikan pendidikan saja tetapi bagi mereka yang saat ini sedang kuliah sering merasakan seperti itu. Boleh ditanyakan kepada mahasiswa, berapa buku di habis mereka baca selama satu semester kuliah. Saya yakin jawabannya banyak yang mengatakan tidak ada satupun buku yang habis dibaca secara tuntas.
Kita tidak tahu apakah hal ini juga terjadi di Negara-negara lain? Atau ini memang hanya karena pengaruh oleh budaya kita disini ?
Memang soal membaca sangat individualis. Bila dari sononya suka membaca otomatis kemanapun dia pergi membaca tetap menjadi hal yang tidak membosankan atau menjadi hobi bagi dirinya.
Kenapa kita tidak suka membaca buku ? mungkin salah satu jawabannya karena banyak yang merasa setelah membaca buku tidak banyak manfaat yang diperoleh secara langsung atau dengan kata lain, atau dengan kata lain pengetahuan yang didapat tidak  begitu aplikatif dengan kondisi sehari-hari. Banyak yang merasa membaca atau tidak membaca buku kehidupan mereka begitu-begitu saja.
Ada baiknya juga saya pengen tahu dan mengamati secara diam-diam sehingga mendapatkan   alasan ini :
Membaca membuat mereka “sorry” muak. Pendidikan di Indonesia memang lebih suka berjalan di tempat. Coba kita bayangkan buku tua dan apek (secara fisik, klau secara isi sangat berkualitas) bukanlah buku yang layak,dan metode yang mengeja satu persatu apabila salah akan di hardik guru, menurut saya bagi anak yang memiliki mental lemah akan down, traumatik  hingga alih-alih menjadi suka mereka menjadi tidak semangat dan malas.
Membaca bukanlah kegiatan yang menyenangkan. Setiaap jenjang pendidikan SD,SMP,SMA,dan mahasiswa atau masyarakat umum, masih banyak beberapa orang kurang suka malahan tidak suka membaca. Pada jenjang SMA tak masuk akal jika  ada kegiatan membaca di depan kelas, dan dengan terbata-bata yang didengar oleh seluruh siswa lain dan nantinya akan ditanya ide pokok dari bahan yang dibacakan, membaca seperti itu juga harus memiliki keberanian  buat banyak orang apalagi dengan diberikan pertanyaan seperti itu. Itu seperti bentuk pemaksaan dan pembunuhan karakter. Selalu ada sisi ketakutan dari siswa jikalau pendapat mereka salah. Dan mau tak mau ini berhubungan dengan pengalaman  membaca, mari kita flashback ke sejarah awal mereka belajar membaca. Dulu, pasti pernah ada anak yang berdiri di pojok kelas setelah di jewer karena tak hafal alphabet. Dan di pojok itulah si anak yang malu harus menghafal alphabet tersebut. Bisa berpikir dari sudut pandang si anak atau mencoba memahami perasaannya ?
Membaca buku yang salah. Di Negara Indonesia secara umum buku tidak termasuk benda primer dan buku yang dimiliki biasanya bukanlah benda kepemilikan tetapi pinjaman dari sekolah,perpustaan daerah/wilayah, teman yang nantinya akan dikembalikan dan diwariskan ke generasi seterusnya, Dan kebanyakkan buku tak layak, dan mengurangi minat untuk dibaca. Pengalaman saya ketika SD hingga SMP  buku di perpustakaan tidak ada yang membuat kita untuk ingin membaca, pergi ke perpustakaan saja tidak minat. Pada masa SMA hanya buku paket yang diperkenankan dipinjamkan secara bebas, sementara ensiklopesia, biografi, novel, dan buku lainnya di simpan dalam lemari kaca. Ayo, berapa banyak sekolah yang melakukan seperti itu yang secara tidak langsung mematikan minat para siswa untuk membaca? Jika ingin membeli harganya tidak murah dan sulit ditemukan, apalagi membeli secara online harganya lumayan mahal. Dengan keadaan seperti ini bagaimana akan menumbuhkan minat baca ? saya pribadi dengan sangat senang hati meminjamkan buku-buku saya, namun kebanyakan novel (tetapi dikembalikan), buku pelajaran banyak juga namun meminjamkan kepada orang yang tak suka baca rasanya percuma. ibu saya juga ada buka ruang baca di pkbm nya sejenis perpustakaan kecil-kecilan untuk anak-anak  di lingkungan rumah dan paud ibu saya. Karena kebanyakan siswa yang telah lulus SD,SMP,SMA  akan membuang atau menjual buku itu karena menurut mereka hanya akan menjadi tumpukan dan sampah yang tak berguna. Saya tak menyukai hal itu, selagi buku catatan SD saja masih ada, rasanya sayang untuk di buang, dan banyak buku saya dari SD-SMA masih ada ataupun saya isi ke perpustakaan pkbm ibu saya.
Kemungkinan penyebabnya, karena kita membaca hanya sekedar membaca kemudian tidak mampu mencerna isi dari buku yang sudah dibaca. Mungkin juga karena kebanyakan kita membaca hanya sekedar ikut-ikutan sehingga tidak fokus. Akibatnya, banyak yang tidak tahu apa yang telah dibaca. Sehingga merasa apa yang telah dibaca tidak bermanfaat sama sekali.
Penyebab lain karena kebiasaan suatu tempat,apakah dalam lingkup Negara atau daerah. Mungkin orang jepang atau Negara-negara maju lain, tidak begitu aneh bila ada sibuk membaca buku di bus atau ditempat terbuka lainnya. Tetapi karena kita tidak terbiasa seperti itu maka ketika melihat orang membaca di bus atau ditempat terbuka banyak orang yang merasa aneh. Bahkan ada yang langsung mengeledek: “ rajin sekali  membaca, apa mau jadi profesor?” begitulah budaya orang Indonesia.
Banyak orang-orang kita mengakui, membaca buku bukan hal yang tidak di sukai. Apalagi buku-buku yang akan dibaca itu adalah buku-buku tebal penuh dengan teori-teori yang sulit dipahami. Kecuali buku-buku seperti novel dan sejenisnya serta buku praktis yang populis terkait dengan dinamika kehidupan yang tidak rumit. Maka membaca Koran atau majalah menjadi bacaan yang paling banyak digemari . selain praktis, kedua media tersebut dapat member informasi menarik termasuk perkembangan ilmu pengetahuan terkini.
Bahkan kalau kita datangi sejumlah kampus-kampus di Negara kita, pasti akan kita dapati kenyataan seperti itu. Begitu langka mahasiswa yang memanfaatkan waktu senggang untuk membaca. Bila di kalangan mahasiswa di kampus kenyataan seperti itu. Saya pikir tak ada tips yang paling ampuh untuk membuat masyarakat kita suka membaca.
Namun demikian, kita tidak perlu pesimistis, sebab kita punya keyakinan pasti pada suatu saat nanti semua akan berubah. Hanya waktu yang tepat yang tidak bisa ditentukan secara pasti kapan perubahan itu terjadi. Lebih baik sekarang kita mulai dari diri kita sendiri. Sebab hanya dengan  membaca akan mampu merubah dunia, paling kurang merubah perilaku kita.
Orangtua yang memiliki anak remaja-dewasa pasti memiliki sederet dinamika dan permasalahan. Salah satu yang paling sering ditemui adalah anak lebih memilih gadget ketimbang buku. Di era informasi dan teknologi seperti saat ini, kebutuhan akan gadget  memang tidak bisa dihindari. Namun, bukan berarti orang tua menyerah begitu saja bukan ?  orangtua harus memiliki  trik-trik dan  langkah-langkah  berbeda. coba trik dan langkah-langkah berikut agar anak gemar membaca !
Trik untuk meningkatkan gemar membaca !
Taruh Bacaan menarik di toilet
Cara ini  memang sedikit  tidak  biasa, namun laya k dicoba. Ketika berada di toilet, kita punya banyak waktu cukup untuk membaca beberapa lembar novel atau komik. Tidak perlu menaruh buku yang isinya terlalu berat, buku komik pun tak masalah. Setidaknya, anak punya cukuo bahan untuk dibaca ketika sedang  berada di dalam toilet.
Selipkan voucher Toko Buku di hadiah Ulang Tahun
 Voucher  toko buku dapat menjadi pancingan menarik agar si anak gemar membaca. Jika langsung membellikan  buku  sebagai hadiah  ulang tahun, ada kemungkinan ia justru merasa terbebani. Lagipula, belum tentu sia anak tertarik dengan buku pilihan kita. Solusinya, hadiahkan barang yang  ia sukai, kemudian selipkan “bonus” berupa voucher toko buku. Dengan begitu, ia akan punya alas an untuk pergi ke toko buku  dan  membelanjakan voucher tersebut.
Berikan surprise
Siapa tidak suka surprise ? kejutan-kejutan kecil bisa jadi trik jitu untuk mengajak si anak gemar membaca. Pertama, cari tahu apa yang sedang disenangi si anak. Selanjutnya, modifikasi kejutan kamu supaya lebih menarik. Jika si anak senag utak-atik gadget,  belikan ia buku biografi steve jobs. Tambahkan CD dan  DVD  tentang steve jobs. Bungkus hadiah-hadiah tersebut dengan manis, dan letakkan di meja belajarnya ketika sedang tidur. Dijamin, keesokkan paginya ia akan kegirangan dengan surprise dari kamu.
Buat satu hari Tanpa Gadget
Kemajuan teknologi memang membuat anak-anak lebih dekat dengan Gadget daripada  buku. Namun, kita tidak boleh menyerah begitu saja. Selain mengoptimalkan  pembelajaran digital, orang tua juga dapat memberlakukan “saatu hari tanpa gadget” dirumah, baik orang tua maupun anak tidak boleh menggunakan gadget  dirumah selama satu hari yang ditentukan. Manfaatkan waktu ini untuk berinteraksi dan melakukan hal-hal bermanfaat bersama seluruh anggota keluarga. Tentunya, membaca harus masuk daftar yang akan dilakukan.
Berikan Buku Favorit Ketika Kamu Seusianya
 Trik lain untuk membuat anak remaja senang membaca adalah dengan memberikan buku Favoritemu ketika masih seusianya. Coba berikan the catcher in the Rye misalnya, kemudian selipkan notes  dengan tulisan tentang kenapa  dulu kamu menyukai buku tersebut. Supaya lebih menarik, tempelkan foto sewaktu muda bersebelahan dengan foto si anak saat ini. Pendekatan personal seperti ini tentu akan membuat anak terkesan dan mulai membuka lembar demi lembar novel tersebut.


Arahkan Untuk Membaca Buku Digital
 Jika anak memang lebih senang dengan Gadget , jangan dipaksakan untuk membaca  buku fisik. Alternatifnya, arahkan anak untuk membaca buku digital. Saat ini, sudah banyak aplikasi e-reader yang menyediakan e-book, baik berbayar maupun gratis, untuk dibaca langsung dari gadget. Tampilan e-reader pun dapat disesuaikan dengan selera si anak sehingg ia tidak akan mudah bosan.

Langkah untuk meningkatkan gemar membaca !

Sebagian besar orang mengakui bahwa dirinya lebih senang membeli buku ketimbang membacanya. Tidak terasa koleksi buku yang dibeli telah menumpuk. Buku yang dibeli semakin menggunung dan semakin sulit untuk dihabiskan.
Lain dari pada itu mereka yang berminat membaca kerap kali terbentur  oleh kendala materi untuk membeli buku, apalagi di kalangan pelajar atau santri merasa “sayang” mengeluarkan satu, dua rupiah untuk sebuah buku yang katakanlah hanya berisi 50 atau 80 halaman. Dan kendati sebagian mereka telah dihadapkan pada fasilitas-fasiitas baca yang cukup lengkap tanpa harus mengeluarkan sepeser pun rupiah untuk dapat membaca buku, tetapi enggan. Dengan alasan malas, tidak ada waktu, kesan membaca adalah membosankan,  takut dicap “sok pintar”, “kutu buku” dan lain sebagainya. Apakah hal tersebut juga terjadi dan dirasakan oleh kita?
Tidak berlebihan rasanya jika mengatakan membaca bukanlah sekedar hobi. Banyak pengetahuan dan informasi yang bisa diserap dan digunakan dalam keseharian.
Karena pengetahuan adalah jendela dunia ,“banyak baca banyak tahu, banyak ilmu makin maju”. Selama ada niat, pasti ada jalan bukan ? beberapa tips berikut bisa membantu anda untuk meningkatkan hobi yang memberi banyak keuntungan ini.
1.               Bepergian dengan buku atau catatan ringan. Kemanapun anda pergi, biasakanlah menyisipkan sebuah buku dalam tas, atau ringkasan kecil dalam saku anda, berupa catatan ringan baik hal pelajaran, tips-tips, kata mutiara, hadits, maupun hal kecil semisal resep masakan. Secara tidak langsung, hal ini akan membiasakan anda membaca. Misalnya untuk mengusir kebosanan bila harus menunggu bus atau kereta yang tidak kunjung datang, menunggu antrian yang cukup panjang, dan lain-lain. Lambat laun hal ini akan menciptakan kebiasaan membaca anda.
2.               Membuat daftar. Buatah daftar buku yang menarik untuk dibaca, serta  daftar buku yang sudah dibaca. Ketertarikan terhadap buku tersebut dapat terus menjaga antusiasme dan medorong anda membaca, terlebih jika buku tersebut erat kaitannya dengan profesi yang digeluti atau bidang yang disukai. Oleh karenanya yang pertama kali buatlah daftar buku yang berhubungan dengan hal yang anda sukai, misalnya anda adalah orang yang mencintai dunia IT, maka salah satu daftar bacaan yang anda cari adalah harian Komputer, kemudian anda yang menyukai tulisan-tulisan motifator-motifator terkenal salah satu daftar buku yang perlu anda cari adalah Highway to Success, kalau saya menyukai bidang memasak khususnya kue, maka saya sering membaca dan membawa buku resep, dll.
3.               Mulai dari hal yang kecil. Hal ini juga dapat meningkatkan hobi membaca. Tidak perlu langsung pada buku-buku berhalaman tebal dan membutuhkan banyak waktu untuk mencerna, melainkan dari buku bertopik ringan yang menggugah ketertarikan. Seperti halnya membaca komik pada anak-anak secara tidak langsung akan menuntun mereka senang membaca di kemudian hari, asal kegiatan ini terus ditingkatkan.
4.               Tentukan lamanya waktu baca.  Yakni waktu yang akan digunakan untuk menghabiskan satu buku. Bisa satu bulan, satu minggu, atau hanya 30 menit dalam satu hari, yang disesuaikan dengan kesibukan sehari-hari.
5.     Membuat strategi membaca juga dibutuhkan untuk meningkatkan hobi tersebut. Sebagian orang memilih untuk fokus pada satu buku sebelum selesai dibaca, dan kemudian membeli atau meminjam buku lain. Hal ini untuk meminimalkan godaan membaca buku baru dan pada akhirnya tidak satu pun yang dibaca tuntas. Namun ada pula yang memilih membaca beberapa buku sekaligus agar tidak merasa bosan. Apapun yang dipilih sebaiknya tetap mampu membuat anda merasa senang dengan kegiatan tersebut dan menyelesaikan sebuah buku dengan baik. Membaca dengan ditemani secangkir kopi dan kripik singkong pedas, membaca dengan keadaan tempat yang sunyi  lagi tenang, semuanya adalah pilihan strategi  yang masing-masing setiap orang berbeda.
6.     Dan Apabila saya sedang mengalami stress, galau, badmood jangan menjadikan gadget sebagai objek penghiburan ada baiknya pergunakan lah waktu ini dengan membaca, jadikanlah buku sebagai tempat kita untuk menghilangkan strees,galau,dan sebagai sumber penghiburan. Bisa dengan membaca novel, apabila kita sedang sedih mengenai masalah percintaan. Carilah novel yang tidak memiliki unsur cerita yang akan menambah kesedihan kita kalaupun ingin novel tentang percintaan upayakan untuk memilih yang jalur cerita nya menyenangkan. Tapi, apabila membaca novel yang sama dengan masalah kita akan membuat kita bertambah sedih,lebih baiknya carilah novel dengan permasalahan yang berbeda. dan di dampingi musik yang menyenangkan namun,menenangkan (pengalaman saya). Namun, saya terkadang memang sengaja memilih novel yang sedih agar menangis hingga emosi saya bisa keluar tumpahkan semua rasa sedih , setelah itu akan merasakan lebih lega. Bisa di coba bagi teman-teman.


Mengarahkan anak usia remaja maupun dewasa agar senang membaca memang perlu pendekatan dengan baik. Dan yang paling utama adalah dari diri kita sendiri, percuma saja kalau saya mendorong untuk minat membaca apabila orang yang bersangkutannya saja tidak memiliki niat untuk membaca. Jadikanlah buku sebagai tempat untuk meluapkan emosi ketika kita tak mampu untuk membagi cerita ke teman-teman ataupun tidak memiliki tempat untuk curhat. Harapaan saya semoga generasi muda, dewasa, dan teman-teman saya  menjadikan budaya membaca sebagai hiburan yang menyenangkan.