Apa saja alasan tidak suka membaca dan cara mengatasinya ?
Mereka bukannya tidak suka membaca namun, banyak
kenangan atau pengalaman buruk saat pertama membaca.
Kebanyakan anak-anak usia sekolah tidak memiliki minat
baca termasuk kalangan remaja dan dewasa.
Banyak anak-anak, remaja dan dewasa yang ingin pintar
tanpa pengorbanan. Untuk itu marilah kita jawab pertanyaan berikut ini. Berapa
banyak siswa yang memilih metode menghafal alih-alih membaca perlahan guna
memahami materi yang mereka pelajari ?
Salah satu kunci belajar adalah banyak membaca. Namun
tak sedikit dari mereka memilih cara praktis dengan langsung menghafal, mereka
keliru atau mungkin tidak mengerti bahwa otak manusia memiliki keterbatasan
ingatan dalam berjalannya waktu dan memori-memori terdahulu akan tergantikan
dengan memori yang lebih penting. Berbeda jika mereka dengan membaca materi
memahami materi tersebut. Selamanya mereka akan mengingatnya. Memahami disini
ialah mengerti dengan baik,menguasai, dan dapat diketahui. Memahami menjadikan
seorang anak mampu menganalisis masalah. Bukankah apa yang dipelajari sang anak disekolah akan menjadi bekal untuk masa depannya?
Tapi bila membaca saja malas rasanya akan sulit untuk
membuat siswa menjadi berpengetahuan. Anak-anak dan remaja zaman sekarang
adalah jenis manusia yang dimanjakan oleh keberhasilan teknologi. Televise
menjadikan anak-anak sebagai makhluk audio-visual yang ‘mematikan’ fungsi otak
dalam berimajinasi dan sebagai generasi ponsel pintar ( smartphone) mereka dengan mudah bertanya pada mbah google, nyaris
tidak melalui proses mencari ilmu, mendapatkan, memahami hingga menyimpulkan.
Kenyataan itu bukan hanya terjadi di kalangan
anak-anak dan yang sudah menyelesaikan
pendidikan saja tetapi bagi mereka yang saat ini sedang kuliah sering merasakan
seperti itu. Boleh ditanyakan kepada mahasiswa, berapa buku di habis mereka
baca selama satu semester kuliah. Saya yakin jawabannya banyak yang mengatakan
tidak ada satupun buku yang habis dibaca secara tuntas.
Kita
tidak tahu apakah hal ini juga terjadi di Negara-negara lain? Atau ini memang
hanya karena pengaruh oleh budaya kita disini ?
Memang soal membaca sangat individualis. Bila dari
sononya suka membaca otomatis kemanapun dia pergi membaca tetap menjadi hal
yang tidak membosankan atau menjadi hobi bagi dirinya.
Kenapa kita tidak suka membaca buku ? mungkin salah
satu jawabannya karena banyak yang merasa setelah membaca buku tidak banyak
manfaat yang diperoleh secara langsung atau dengan kata lain, atau dengan kata
lain pengetahuan yang didapat tidak
begitu aplikatif dengan kondisi sehari-hari. Banyak yang merasa membaca
atau tidak membaca buku kehidupan mereka begitu-begitu saja.
Ada
baiknya juga saya pengen tahu dan mengamati secara diam-diam sehingga
mendapatkan alasan ini :
Membaca membuat mereka
“sorry” muak. Pendidikan di Indonesia memang lebih suka berjalan di tempat.
Coba kita bayangkan buku tua dan apek (secara fisik, klau secara isi sangat
berkualitas) bukanlah buku yang layak,dan metode yang mengeja satu persatu
apabila salah akan di hardik guru, menurut saya bagi anak yang memiliki mental
lemah akan down, traumatik hingga
alih-alih menjadi suka mereka menjadi tidak semangat dan malas.
Membaca bukanlah
kegiatan yang menyenangkan. Setiaap jenjang pendidikan SD,SMP,SMA,dan mahasiswa
atau masyarakat umum, masih banyak beberapa orang kurang suka malahan tidak
suka membaca. Pada jenjang SMA tak masuk akal jika ada kegiatan membaca di depan kelas, dan
dengan terbata-bata yang didengar oleh seluruh siswa lain dan nantinya akan
ditanya ide pokok dari bahan yang dibacakan, membaca seperti itu juga harus
memiliki keberanian buat banyak orang apalagi
dengan diberikan pertanyaan seperti itu. Itu seperti bentuk pemaksaan dan
pembunuhan karakter. Selalu ada sisi ketakutan dari siswa jikalau pendapat
mereka salah. Dan mau tak mau ini berhubungan dengan pengalaman membaca, mari kita flashback ke sejarah awal
mereka belajar membaca. Dulu, pasti pernah ada anak yang berdiri di pojok kelas
setelah di jewer karena tak hafal alphabet. Dan di pojok itulah si anak yang
malu harus menghafal alphabet tersebut. Bisa berpikir dari sudut pandang si
anak atau mencoba memahami perasaannya ?
Membaca buku yang
salah. Di Negara Indonesia secara umum buku tidak termasuk benda primer dan
buku yang dimiliki biasanya bukanlah benda kepemilikan tetapi pinjaman dari
sekolah,perpustaan daerah/wilayah, teman yang nantinya akan dikembalikan dan
diwariskan ke generasi seterusnya, Dan kebanyakkan buku tak layak, dan
mengurangi minat untuk dibaca. Pengalaman saya ketika SD hingga SMP buku di perpustakaan tidak ada yang membuat
kita untuk ingin membaca, pergi ke perpustakaan saja tidak minat. Pada masa SMA
hanya buku paket yang diperkenankan dipinjamkan secara bebas, sementara
ensiklopesia, biografi, novel, dan buku lainnya di simpan dalam lemari kaca.
Ayo, berapa banyak sekolah yang melakukan seperti itu yang secara tidak
langsung mematikan minat para siswa untuk membaca? Jika ingin membeli harganya
tidak murah dan sulit ditemukan, apalagi membeli secara online harganya lumayan
mahal. Dengan keadaan seperti ini bagaimana akan menumbuhkan minat baca ? saya
pribadi dengan sangat senang hati meminjamkan buku-buku saya, namun kebanyakan
novel (tetapi dikembalikan), buku pelajaran banyak juga namun meminjamkan
kepada orang yang tak suka baca rasanya percuma. ibu saya juga ada buka ruang
baca di pkbm nya sejenis perpustakaan kecil-kecilan untuk anak-anak di lingkungan rumah dan paud ibu saya. Karena
kebanyakan siswa yang telah lulus SD,SMP,SMA
akan membuang atau menjual buku itu karena menurut mereka hanya akan
menjadi tumpukan dan sampah yang tak berguna. Saya tak menyukai hal itu, selagi
buku catatan SD saja masih ada, rasanya sayang untuk di buang, dan banyak buku
saya dari SD-SMA masih ada ataupun saya isi ke perpustakaan pkbm ibu saya.
Kemungkinan
penyebabnya, karena kita membaca hanya sekedar membaca kemudian tidak mampu
mencerna isi dari buku yang sudah dibaca. Mungkin juga karena kebanyakan kita
membaca hanya sekedar ikut-ikutan sehingga tidak fokus. Akibatnya, banyak yang
tidak tahu apa yang telah dibaca. Sehingga merasa apa yang telah dibaca tidak
bermanfaat sama sekali.
Penyebab lain karena
kebiasaan suatu tempat,apakah dalam lingkup Negara atau daerah. Mungkin orang
jepang atau Negara-negara maju lain, tidak begitu aneh bila ada sibuk membaca
buku di bus atau ditempat terbuka lainnya. Tetapi karena kita tidak terbiasa
seperti itu maka ketika melihat orang membaca di bus atau ditempat terbuka
banyak orang yang merasa aneh. Bahkan ada yang langsung mengeledek: “ rajin
sekali membaca, apa mau jadi profesor?”
begitulah budaya orang Indonesia.
Banyak orang-orang
kita mengakui, membaca buku bukan hal yang tidak di sukai. Apalagi buku-buku
yang akan dibaca itu adalah buku-buku tebal penuh dengan teori-teori yang sulit
dipahami. Kecuali buku-buku seperti novel dan sejenisnya serta buku praktis
yang populis terkait dengan dinamika kehidupan yang tidak rumit. Maka membaca
Koran atau majalah menjadi bacaan yang paling banyak digemari . selain praktis,
kedua media tersebut dapat member informasi menarik termasuk perkembangan ilmu
pengetahuan terkini.
Bahkan kalau kita
datangi sejumlah kampus-kampus di Negara kita, pasti akan kita dapati kenyataan
seperti itu. Begitu langka mahasiswa yang memanfaatkan waktu senggang untuk
membaca. Bila di kalangan mahasiswa di kampus kenyataan seperti itu. Saya pikir
tak ada tips yang paling ampuh untuk membuat masyarakat kita suka membaca.
Namun demikian, kita
tidak perlu pesimistis, sebab kita punya keyakinan pasti pada suatu saat nanti
semua akan berubah. Hanya waktu yang tepat yang tidak bisa ditentukan secara
pasti kapan perubahan itu terjadi. Lebih baik sekarang kita mulai dari diri
kita sendiri. Sebab hanya dengan membaca
akan mampu merubah dunia, paling kurang merubah perilaku kita.
Orangtua
yang memiliki anak remaja-dewasa pasti memiliki sederet dinamika dan
permasalahan. Salah satu yang paling sering ditemui adalah anak lebih memilih gadget ketimbang buku. Di era informasi
dan teknologi seperti saat ini, kebutuhan akan gadget memang tidak bisa
dihindari. Namun, bukan berarti orang tua menyerah begitu saja bukan ? orangtua harus memiliki trik-trik dan
langkah-langkah berbeda. coba trik
dan langkah-langkah berikut agar anak gemar membaca !
Trik
untuk meningkatkan gemar membaca !
Taruh Bacaan
menarik di toilet
Cara
ini memang sedikit tidak
biasa, namun laya k dicoba. Ketika berada di toilet, kita punya banyak
waktu cukup untuk membaca beberapa lembar novel atau komik. Tidak perlu menaruh
buku yang isinya terlalu berat, buku komik pun tak masalah. Setidaknya, anak
punya cukuo bahan untuk dibaca ketika sedang
berada di dalam toilet.
Selipkan voucher Toko Buku di hadiah Ulang Tahun
Voucher toko buku dapat menjadi pancingan menarik agar
si anak gemar membaca. Jika langsung membellikan buku
sebagai hadiah ulang tahun, ada
kemungkinan ia justru merasa terbebani. Lagipula, belum tentu sia anak tertarik
dengan buku pilihan kita. Solusinya, hadiahkan barang yang ia sukai, kemudian selipkan “bonus” berupa voucher toko buku. Dengan begitu, ia
akan punya alas an untuk pergi ke toko buku
dan membelanjakan voucher tersebut.
Berikan surprise
Siapa
tidak suka surprise ? kejutan-kejutan
kecil bisa jadi trik jitu untuk mengajak si anak gemar membaca. Pertama, cari
tahu apa yang sedang disenangi si anak. Selanjutnya, modifikasi kejutan kamu
supaya lebih menarik. Jika si anak senag utak-atik gadget, belikan ia buku
biografi steve jobs. Tambahkan CD dan
DVD tentang steve jobs. Bungkus
hadiah-hadiah tersebut dengan manis, dan letakkan di meja belajarnya ketika
sedang tidur. Dijamin, keesokkan paginya ia akan kegirangan dengan surprise dari kamu.
Buat satu hari
Tanpa Gadget
Kemajuan
teknologi memang membuat anak-anak lebih dekat dengan Gadget daripada buku. Namun, kita tidak boleh menyerah begitu
saja. Selain mengoptimalkan pembelajaran
digital, orang tua juga dapat memberlakukan “saatu hari tanpa gadget” dirumah, baik orang tua maupun
anak tidak boleh menggunakan gadget dirumah selama satu hari yang ditentukan.
Manfaatkan waktu ini untuk berinteraksi dan melakukan hal-hal bermanfaat
bersama seluruh anggota keluarga. Tentunya, membaca harus masuk daftar yang
akan dilakukan.
Berikan Buku Favorit Ketika Kamu Seusianya
Trik lain untuk membuat anak remaja senang
membaca adalah dengan memberikan buku Favoritemu ketika masih seusianya. Coba
berikan the catcher in the Rye
misalnya, kemudian selipkan notes dengan tulisan tentang kenapa dulu kamu menyukai buku tersebut. Supaya
lebih menarik, tempelkan foto sewaktu muda bersebelahan dengan foto si anak
saat ini. Pendekatan personal seperti ini tentu akan membuat anak terkesan dan
mulai membuka lembar demi lembar novel tersebut.
Arahkan Untuk Membaca Buku Digital
Jika anak memang lebih senang dengan Gadget , jangan dipaksakan untuk
membaca buku fisik. Alternatifnya,
arahkan anak untuk membaca buku digital. Saat ini, sudah banyak aplikasi e-reader yang menyediakan e-book, baik berbayar maupun gratis,
untuk dibaca langsung dari gadget. Tampilan
e-reader pun dapat disesuaikan dengan
selera si anak sehingg ia tidak akan mudah bosan.
Langkah untuk
meningkatkan gemar membaca !
Sebagian
besar orang mengakui bahwa dirinya lebih senang membeli buku ketimbang
membacanya. Tidak terasa koleksi buku yang dibeli telah menumpuk. Buku yang
dibeli semakin menggunung dan semakin sulit untuk dihabiskan.
Lain
dari pada itu mereka yang berminat membaca kerap kali terbentur oleh
kendala materi untuk membeli buku, apalagi di kalangan pelajar atau santri
merasa “sayang” mengeluarkan satu, dua rupiah untuk sebuah buku yang
katakanlah hanya berisi 50 atau 80 halaman. Dan kendati sebagian mereka telah
dihadapkan pada fasilitas-fasiitas baca yang cukup lengkap tanpa harus
mengeluarkan sepeser pun rupiah untuk dapat membaca buku, tetapi enggan. Dengan
alasan malas, tidak ada waktu, kesan membaca adalah membosankan, takut
dicap “sok pintar”, “kutu buku” dan lain sebagainya. Apakah hal tersebut juga
terjadi dan dirasakan oleh kita?
Tidak
berlebihan rasanya jika mengatakan membaca bukanlah sekedar hobi. Banyak
pengetahuan dan informasi yang bisa diserap dan digunakan dalam keseharian.
Karena pengetahuan adalah jendela dunia ,“banyak baca banyak tahu, banyak ilmu
makin maju”. Selama ada niat, pasti ada jalan bukan ? beberapa tips berikut
bisa membantu anda untuk meningkatkan hobi yang memberi banyak keuntungan ini.
1.
Bepergian
dengan buku atau catatan ringan. Kemanapun anda pergi, biasakanlah menyisipkan
sebuah buku dalam tas, atau ringkasan kecil dalam saku anda, berupa catatan
ringan baik hal pelajaran, tips-tips, kata mutiara, hadits, maupun hal kecil
semisal resep masakan. Secara tidak langsung, hal ini akan membiasakan anda membaca.
Misalnya untuk mengusir kebosanan bila harus menunggu bus atau kereta yang
tidak kunjung datang, menunggu antrian yang cukup panjang, dan lain-lain.
Lambat laun hal ini akan menciptakan kebiasaan membaca anda.
2.
Membuat
daftar. Buatah daftar buku yang menarik untuk dibaca, serta daftar buku
yang sudah dibaca. Ketertarikan terhadap buku tersebut dapat terus menjaga
antusiasme dan medorong anda membaca, terlebih jika buku tersebut erat
kaitannya dengan profesi yang digeluti atau bidang yang disukai. Oleh karenanya
yang pertama kali buatlah daftar buku yang berhubungan dengan hal yang anda
sukai, misalnya anda adalah orang yang mencintai dunia IT, maka salah satu
daftar bacaan yang anda cari adalah harian Komputer, kemudian anda yang menyukai tulisan-tulisan
motifator-motifator terkenal salah satu daftar buku yang perlu anda cari adalah
Highway to Success,
kalau saya menyukai bidang memasak khususnya kue, maka saya sering membaca dan
membawa buku resep, dll.
3.
Mulai
dari hal yang kecil. Hal ini juga dapat meningkatkan hobi membaca. Tidak perlu
langsung pada buku-buku berhalaman tebal dan membutuhkan banyak waktu untuk
mencerna, melainkan dari buku bertopik ringan yang menggugah ketertarikan.
Seperti halnya membaca komik pada anak-anak secara tidak langsung akan menuntun
mereka senang membaca di kemudian hari, asal kegiatan ini terus ditingkatkan.
4.
Tentukan
lamanya waktu baca. Yakni waktu yang akan digunakan untuk menghabiskan
satu buku. Bisa satu bulan, satu minggu, atau hanya 30 menit dalam satu hari,
yang disesuaikan dengan kesibukan sehari-hari.
5.
Membuat
strategi membaca juga dibutuhkan untuk meningkatkan hobi tersebut. Sebagian
orang memilih untuk fokus pada satu buku sebelum selesai dibaca, dan kemudian
membeli atau meminjam buku lain. Hal ini untuk meminimalkan godaan membaca buku
baru dan pada akhirnya tidak satu pun yang dibaca tuntas. Namun ada pula yang
memilih membaca beberapa buku sekaligus agar tidak merasa bosan. Apapun yang
dipilih sebaiknya tetap mampu membuat anda merasa senang dengan kegiatan tersebut
dan menyelesaikan sebuah buku dengan baik. Membaca dengan ditemani secangkir
kopi dan kripik singkong pedas, membaca dengan keadaan tempat yang sunyi
lagi tenang, semuanya adalah pilihan strategi yang masing-masing setiap
orang berbeda.
6.
Dan
Apabila saya sedang mengalami stress, galau, badmood jangan menjadikan gadget
sebagai objek penghiburan ada baiknya pergunakan lah waktu ini dengan membaca,
jadikanlah buku sebagai tempat kita untuk menghilangkan strees,galau,dan
sebagai sumber penghiburan. Bisa dengan membaca novel, apabila kita sedang
sedih mengenai masalah percintaan. Carilah novel yang tidak memiliki unsur
cerita yang akan menambah kesedihan kita kalaupun ingin novel tentang
percintaan upayakan untuk memilih yang jalur cerita nya menyenangkan. Tapi, apabila
membaca novel yang sama dengan masalah kita akan membuat kita bertambah sedih,lebih
baiknya carilah novel dengan permasalahan yang berbeda. dan di dampingi musik
yang menyenangkan namun,menenangkan (pengalaman saya). Namun, saya terkadang
memang sengaja memilih novel yang sedih agar menangis hingga emosi saya bisa
keluar tumpahkan semua rasa sedih , setelah itu akan merasakan lebih lega. Bisa
di coba bagi teman-teman.
Mengarahkan
anak usia remaja maupun dewasa agar senang membaca memang perlu pendekatan
dengan baik. Dan yang paling utama adalah dari diri kita sendiri, percuma saja
kalau saya mendorong untuk minat membaca apabila orang yang bersangkutannya
saja tidak memiliki niat untuk membaca. Jadikanlah buku sebagai tempat untuk meluapkan
emosi ketika kita tak mampu untuk membagi cerita ke teman-teman ataupun tidak
memiliki tempat untuk curhat. Harapaan saya semoga generasi muda, dewasa, dan
teman-teman saya menjadikan budaya
membaca sebagai hiburan yang menyenangkan.
Karena pengetahuan adalah jendela dunia ,“banyak baca banyak tahu, banyak ilmu makin maju”. Selama ada niat, pasti ada jalan bukan ? beberapa tips berikut bisa membantu anda untuk meningkatkan hobi yang memberi banyak keuntungan ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar